Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Pada masa ini sangat diperlukan bimbingan dari orangtua dan guru atau ustadz sehingga mereka tidak salah melangkah untuk masa berikutnya.
Masa remaja merupakan masa persiapan untuk menjadi dewasa yang matang dan sehat. Masa ini biasanya diikuti keguncangan emosi, kebimbangan dalam mencari pegangan hidup, serta kesibukan mencari bekal pengetahuan dan kepandaian untuk menjadi senjata pada usia dewasa. Untuk memberikan gambaran rinci tentang akhlak pergaulan remaja, berikut ini akan diuraikan tentang pengertian masa remaja, perkembangan emosi masa remaja, nilai negatif pergaulan remaja, akhlak dalam pergaulan remaja, dan cara membina akhlak remaja.
A. PENGERTIAN MASA REMAJA
Masa remaja sebagai masa pencarian identitas diri, sebelum memasuki masa remaja, seorang anak akan memasuki masa peralihan antara usia 9-13 tahun. Masa ini juga dikenal dengan masa puber. Puber berasal dari bahasa latin pubertas, atau puberty dalam bahasa Inggris, dan puberteit bahasa Belandanya. Pubertas berarti kelaki-lakian atau kedewasaan yang dilandasi oleh sifat dan tanda-tanda kelaki-lakian. Pada masa puberitas, setiap orang memiliki dorongan kuat untuk mengaktualisasikan diri menurut jenis kelamin untuk mendapatkan pengakuan sebagai penegasan identitas diri.
Secara fisik masa remaja (12-19 tahun) sedang berada dalam masa pertumbuhan yang sangat pesat. Suara yang tadinya nyaring kekanak-kanakan menjadi berubah sehingga disangka flu karena terdengar serak-serak basah. Badan pun ikut berubah menjadi tinggi dan besar, berubah menjadi seorang remaja. Produksi hormon seks meningkat sehingga timbul ciri-ciri seks sekunder, seperti tumbuhnya bulu-bulu pada ketiak dan sekitar alat kelamin.
Perubahan biologis lain yang terjadi pada nak laki-laki, yaitu tumbuhnya bulu-bulu kumis, jenggot, dan jambang, bahu makin bidang, dan otot-ototnya mulai berkembang sehingga nampak gagah. Rambutnya mulai nampak berminyak, produksi kelenjar sebaceus mulai meningkat. Dia mulai mengalami noctural emision atau mimpi indah yang ditandai keluarnya sperma (air mani). Abau badannya mulai menunjukkan bau spesifik dan mulai tumbuh jerawat.
Adapun perubahan biologis pada anak wanita adalah mengalami masa menstruasi (haid), pinggul makin melebar sebagai penygga yang kukuh bagi bayi yang akan dikandungnya kelak. Akibat meningkatnya produksi hormon seks, pyudara mulai tumbuh, sebagai persiapan bila yag bersangkutan telah melahirkan anak untuk disusui.
B. PERKEMBANGAN EMOSI MASA REMAJA
Produksi hormone dan keadaan hormon yang meningkat akan menyebabkan labil nya emosi remaja. Akibatnya, banyak terjadi gangguan jiwa atau penyakit kejiwaan yang melanda remaja. Beberapa keadaan emosi pada usia remaja yang paling menonjol dapat di kemukakan sebagai berikut:
1. Gangguan jiwa berat sering kali muncul pertama kali pada usia remaja, yaitu skizofrenia.
2. Gangguan kepribadian sering kali muncul dengan tanda-tanda, seperti suka berbohong, melakukan tindakan kriminal, atau mencoba-coba sesuatu yang tidak lazim.
3. Menantang atau melawan tatanan dari sistem kehidupan yang menurutnya tidak sesuai.
4. Mencari perhatian dengan menonjolkan kelebihan yang dimilikinya sehingga keberadaan ingin diakui.
5. Butuh akan cinta dengan mulai merasakan adanya kecenderungan pada lawan jenis.
6. Terikat dengan kelompok sehingga sering terjadi konflik antara anak dan orangtuanya.
7. Ingin tahu dan mencoba sesuatu yang baru.
8. Mencari figur idola di luar rumah yang dirasa paling baik bagi dirinya.
C. NILAI NEGATIF PERGAULAN REMAJA
Remaja yang pada hakikatnya sedang sibuk berjuang dari dalam itu jika dihadap kan pula pada dunia luar dan lingkungan yang kurang serasi, penuh kontradiksi serta penuh ketidakstabilan. Akibatnya, mereka akan mudah jatuh pada kesengsaraan batin, hidup dalam kecemasan, ketidak pastian, dan kebingungan. Hal seperti ini telah menyebabkan remaja-remaja jatuh pada kelainan kelakuan yang membahayakan bagi dirinya sendiri atau orang lain.
Di tengah zaman sekarang, yang beruntung adalah orang yang selalu ingat dan waspada. Maksudnya ialah ingat bahwa masih ada kelanjutan kehidupan setelah datang kematian. Waspadalah terhadap godaan, yang menerpa kaum remaja. Hal-hal yang harus diwaspadai, antara lain :
1. Suka keluyuran, menghabiskan waktu tanpa agenda dan tujuan jelas;
2. Bermalas-malasan dan suka menunda atau meringanka pekerjaan;
3. Ragu-ragu dan cenderung bimbang dalam menjalani kehidupan;
4. Kurang percaya dengan kemampuan dan potensi diri sendiri;
5. Mementingkan bermain dari pada belajar;
6. Bersenda gurau berlebihan;
7. Nonton TV berlebihan;
8. Hura-hura;
9. Mudah larut dalam berbagai kesenangan tanpa perhitungan;
D. AKHLAK DALAM PERGAULAN REMAJA
Dalam pergaulan sehari-hari di tengah masyarakat seorang remaja harus memiliki pegangan yang kukuh. Di antara prinsip-prinsip yang harus dikembangkan adalah:
v Mampu mengontrol dan membawa diri dalam semua situasi;
v Mencari kawan yang baik dan dapat memotivasi untuk mengembangkan potensi;
v Mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap semua tugas yang diemban dan sehingga dapat mempersiapkan masa depan yang gemilang;
v Mengembangkan kemampuan diri untuk mencapai prestasi ataupun kematangan diri sehingga memiliki kemampuan dan modal yang cukup untuk menyongsong masa depan;
v Tidak mudah larut dalam kesenangan dan pergaulan yang bebas karena kebiasaan ini akan menguras segala kemampuan dan dapat menghancurkan masa depan.
Secara faktual harus diakui bahwa dalam kehidupan remaja terdapat beberapa hal khusus yang perlu mendapat perhatian. Di samping ketentuan umum tentang hubungan bermasyarakat, beberapa hal khusus itu antara lain:
Ø Mengucapkan dan menjawab salam. Islam mengajarkan kepada sesama muslim untuk saling mengucapkan salam apabila bertemu atau bertamu. Dengan demikian, rasa kasih sayang terhadap sesama dapat selalu terpupuk dengan baik.
Ø Berjabat tangan. Rasulullah Saw. Mengajarkan bahwa untuk lebih menyempurnakan salam dan menguatkan tali ukheah islamiyah, sebaiknya ucapan salam diikuti dengan berjabat tangan (bersalaman), tentu saja jika memungkinkan dengan sesama jenis.
Ø Kalawat . Berdua-duaan antara pria dan wanita yang bukian mahram tanpa ada orang ketiga.
Ø Mencari teman yang baik. Mencari teman yang baik merupakan suatu kebenaran dan pengalaman membuktikannya. Seseorang akan baik akhlaknya apabila ia bergaul dengan orang yang baik, begitu pula sebaliknya.
Ada sebuah ungkapan mutiara hikmah yang menarik : “ Janganlahkamu berteman
Dengan pemalas dalam perilakunya, banyak orang shalih yang akhirnya rusak akibat berteman orang jahat. Menjalarnya orang jahat kepada orang yang baik itu cepat sekali bagaikan padamnya bara api yang diletakkan diatas abu. Sesungguhnya kawan yang jelek, lebih berbahaya dari pad ular yang berbahaya. Sesungguhnya kawan yang jahat dapat menjerumuskan kamu ke jurang neraka Jahim. Maka carilah taman yang shalih, niscaya kamu akan sukses di syurga Na’im.
E. MEMBINA AKHLAK REMAJA
Akhlak yang baik adalah fondasi agama dan merupakan hasil dari usaha orang-orang bertakwa. Dengan akhlak yang baik, pelakunya akan terangkat ke derajat yang ter-tinggi. Tidak ada amalan yang lebih berat dalam timbangan seorang muslim dihari kiamat nanti dari pada akhlak yang baik.
Rasululah Saw. Menasihati kepada orang yang meminta nasihat kepada beliau dengan nasihat, “Pergaulilah orang banyak dengan akhlak yang baik.”
Tegak atau tidaknya sebuah keluaraga tergantung pada keharmonisan pimpinan dalam memberikan kasih sayang dan pengertian kepada anggota keluarga yang lain. Apabila pimpinan keluarga (ayah atau ibu) tidak baik, sebagian anak-anaknya akan bermasalah. Pimpinan merupakan tonggak atau contok konkret bagi anak. Gaya dan prilaku anak juga tergantung kepada didikan yang diberikan ayah dan ibu, sebagai pendidik pertama dan utama.
Pada dasarnya remaja memerlukan adanya hubungan harmonis dengan sesama anggota keluarganya. Remaja juga memerlukan suasana demokratis, kritis, jujur, dan keterbukaan saat berkomunikasi dengan anggota keluarganya. Dengan demikian, segala masalahnya dapat dikomunikasikan dengan baik, termasuk sesama permasalahan yang mendasar, seperti bagaimana cara menanamkan akidah kepada dirinya.
Pengarahan yang tapat ialah dengan mengikuti contoh konkret lewat keteladanan Rosululloh saw. Dengan dukungan orang tua dan pendidikan formal, insya Alloh akan memperkuat dasar akidah remaja sehingga dia akan siap terjun dalam pergaulan masyara-kat yang lebih luas. Dia biasa menjalankan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri dan lingkunganya yang semuanya akan bermuara pada realisasi tanggung jawabnya kepada Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar