Welcome To My Blog

Selasa, 22 Maret 2011

Tips Menjadi pribadi yang dicintai

Semua orang pasti ingin menjadi pribadi yang di senangi dan di cintai banyak orang.Nah, untuk di cintai banyak orang kita lakukan tips-tips berikut :
  • Bersikaplah Positif ( Be Positif )
  • Tunjukkan wajah ceria
  • Bersikaplah yang ramah
  • Jadikan dirimu ringan tangan ( suka membantu )
  • Bersikap rendah hati, tidak sombong
  • Percaya dirilah...!!!
  • Jadilah seorang yang pemaaf
Oke selamat mencoba semoga anda dapat pribadi yang dicintai banyak orang yang anda dicintai.
Amin

Tips penjaga Kebaikan

Teman - teman mau agar kebaikannya tetap terjaga...??
Berikut adalah tips agar amal benar-benar terjaga.:
  1. Tidak melakukan keharaman, secara terang-terangan atau tersembunyi
  2. Tidak Ujub dan pamer
  3. Menjaga hak-hak orang lain
  4. Tidak melakukan jariyah as suu' (kejahatan yang terus menerus)
Semoga bermanfaat....!!

Senin, 07 Maret 2011

16 TENSES BAHASA INGGRIS

TENSES

Simple Present : v1(S/es)
Simple Past : v2
Simple Future : will/shall + V1
Present Perfect : Have/Has + V3
Present Countinous : be + V ing
Pr.Perfect countinous : Have/has + been + V ing
Past Perfect : Had + V 3
Past Countinous : Was/Were + V ing
Ps.Perfect Countinous : Had + Been + V ing
Future countious : Will/Shall + Be +V ing
Future Perfect : Will + Have/Has+ V3
F.Perfect Countinous : Will+Have+Been+Ving
Past Future : Would + V1
Ps.Future Countinous : Would + Be +V ing
Ps.Future Perfect : Would + have/has + V3
Ps.Future perfect countinous
: Would + Have/has + Been + V ing

Tugas Biografi Tokoh




BIOGRAFI ILMUAN IBNU SINA ( AVICENNA )

 Hal – hal yang menarik dari tokoh :
• Dari Ketekunan dan Kejeniusannya
 Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalm bidang kedokteran.
 Ketika usianya menginjak 18 tahun, Dia telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.
 Safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, Penguasa Hamedan, tak menghalangi Beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiyah dan risalah.
 Saat berada dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan mengubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.
 Ibnu Sina membaca kitab Metafisika karya Aristoles sebanyak 40 kali.

• Dari penemuan dan karya – karya Ibnu Sina
 Buku Ibnu Sina, Kitab Al-Syifa’ dalam filsafat dan Al Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang masa.
 Kitab Al Qanun mengupas kaedah – kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit.
 Al Qanun merupakan kumpulan metode pengobatan purba dan Islam, kitab ini menjadi kurikulum pendidikan Keokteran di Universitas – universitas Eropa.
 Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruang hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.
 Dalam salah satu karya tulisnya, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung – gunung.
 Dari buku – buku Ibnu Sina di kenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani.
 Filsafat Metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema – tema Filosofis yang kebenarannya di akui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.
 Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di Zamannya.








 Identifikasi Biografi Tokoh ke dalam diri sendiri :
Hal – yang dapat di identifikasi dari tokoh ke dalam diri sendiri :

 Sungguh-sungguh dalam menimba ilmu.
 Tekun belajar dan berkarya di mana saja berada
 Rajin membaca buku

 Menemukan kemiripan tokoh dengan tokoh lain
Tokoh Ibnu Sina memiliki kemiripan dengan tokoh Al Khawarizmi
Letak persamaan keduanya adalah :
 Keduanya Bermadzhab Islamiyah
 Keduanya mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam bidang Falsafah dan Astronom
 Karya – karya keduanya sangat berpengaruh dalam bidang ilmu pengetahuan sampai sekarang
 Kepribadian keduanya telah di akui oleh dunia Islam maupun dunia Barat.
 Buku – buku keduanya masih menjadi rujukan dalam berbagai ilmu pengetahuan

 Meneladani sifat yang ada dalam biografi tokoh
Sifat yang dapat diteladani dari tokoh :
 Kesungguhan tokoh dalam menuntut ilmu
Kita sebagai pelajar harus bersungguh – sungguh dalam menimba ilmu tidak boleh cepat merasa puas dengan apa yang telah diperoleh.
 Ketekunan tokoh belajar kapan pun dan di mana saja berada
Kita sebagai penuntut ilmu harus tekun dan senantiasa belajar kapanpun dan dimana saja berada dalam keadaan sesulit apapun.
 Rajin membaca buku dan mengkaji ilmu pengetahuan
Seorang pencari ilmu harus banyak membaca buku untuk menambah ilmu pengetahuan dan memperluas wawasan.
 Menguasai tidak hanya satu bidang ilmu pengetahuan saja.
 Jika sedang mencari ilmu hendaknya fokos kepada ilmu pengetahuan yang sedang di cari tidak main – main.

Dakwah Menghargai Waktu


”Demi waktu. Sesungguhnya manusia ada dalam kerugian.” Dalam Alquran surat Alashr ayat 1 dan 2 ini, Allah SWT bersumpah dengan salah satu makhluknya, yaitu waktu. Sumpah Allah ini menandakan bahwa waktu memiliki arti yang sangat penting untuk senantiasa diperhatikan oleh manusia.

Setiap manusia diberi jatah waktu yang sama oleh Allah SWT, selama 24 jam dalam sehari. Namun, kesadaran untuk memanfaatkannya tentu saja sangat beragam dan berbeda-beda penyikapnnya. Ada yang sigap, biasa-biasa saja, tapi ada pula yang cenderung berleha-leha. Tentu saja, hasil dari etos penyikapannya itu akan sangat bervariasi pula, terutama di mata Allah SWT. Dalam konteks ini, Allah SWT lebih menilai sebuah proses daripada hasil akhir.

Dalam Alquran, Allah SWT mendefinisikan waktu secara gamblang. Waktu memiliki arti kehidupan itu sendiri. Sebuah proses menjalani kehidupan untuk menilai siapa yang paling baik amalnya di sisi Allah SWT, sebelum akhirnya kematian menjemputnya. ”Dia yang menciptakan hidup dan mati, untuk menguji siapa di antara kamu yang paling baik amalnya, dan dia Mahaperkasa lagi Maha Pengasih.” (QS Almulk [67]: 2).

Jika saja manusia ingin berpacu dengan waktu, tentu saja hal tersebut tidak akan bisa. Mengapa, karena jumlah pekerjaan dan amalan yang mulia lebih banyak ketimbang waktu yang tersedia. Oleh karenanya, teramat sayang apabila waktu terbatas yang kita miliki ini dihabiskan secara sia-sia tanpa makna apa pun.

Walaupun demikian, kondisi di atas tidak usah menjadikan kita berkecil hati. Kita harus terus mengerahkan seluruh potensi untuk beramal saleh. Minimal, dengan kemampuan kita untuk bisa menjawab beberapa pertanyaan yang akan dipertanggungjawabk an kelak di dihadapan Allah SWT.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hadis shahih Abu Barzah Al-Aslamy. ”Tidak bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan. Tentang hartanya, dari mana dia dapatkan, dan untuk apa dia infakkan. Serta tentang badannya untuk apa dia kerahkan.” (HR Tirmidzi)